Apa Itu Arti Resesi Ekonomi

Apa Itu Arti Resesi Ekonomi. Jika Anda mengutip dari kamus Grand Indonesia, makna resesi atau depresi ekonomi adalah kelesuan dalam perdagangan, industri dan lainnya yang tampaknya tak terbatas. Atau menurun, penarikan, mengurangi kegiatan komersial atau industri. Dalam hal ini, kondisi ini terjadi karena kelesuan ekonomi. yang telah kita rangkum dalam victoriaramada.com

Disupport oleh Poker77 Apk

Jika diulas dalam bidang ekonomi makro, dapat diartikan sebagai kemerosotan kondisi dimana produk domestik bruto (GDP) mengalami penurunan atau saat kondisi pertumbuhan ekonomi riil memiliki nilai negatif dan terjadi selama 2 kuartal maupun lebih dalam 1 tahun. Kemerosotan ekonomi ini dapat mengakibatkan penurunan yang terjadi secara simultan di seluruh aktivitas ekonomi meliputi lapangan pekerjaan, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi juga sering dikaitkan dengan penurunan harga (deflasi) maupun kebalikannya yaitu peningkatan harga yang melonjak tajam (inflasi) di dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi. Kondisi kemerosotan yang terjadis ecara terus menerus akan menyebabkan depresi ekonomi bahkan kebangkrutan ekonomi.

Penyebab Resesi Ekonomi

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab resesi ekonomi di sebuah negara, faktor-faktor yang kompleks dan saling berhubungan satu sama lainnya antara lain adalah:

1. Terjadi Guncangan Ekonomi

Salah satu faktor yang sering mengakibatkan terjadinya kemerosotan ekonomi pada sebuah negara adalah ketika terjadinya guncangan pada perekonomian sebuah negara. Adanya peristiwa yang tidak terduga menyebabkan gangguan perekonomian yang meluas. Seperti yang terjadi saat ini, pandemi COVID-19 melanda hampir di seluruh negara di dunia. Pandemi COVID-19 ini bukan hanya menyebabkan kematian yang cukup tinggi namun juga berdampak bagi penurunan ekonomi negara.

2. Kehilangan Kepercayaan Konsumen

Saat konsumen merasa khawatir dengan kondisi ekonomi, mereka biasanya akan memperlambat atau mengurangi pengeluaran dan menyimpan uang yang dimiliki. Inilah yang membuat daya beli konsumen menjadi menurun dan perekonomian menjadi terganggu. Perlu diketahui jika hampir sekitar 70% PDB sangat bergantung pada tingkat belanja konsumen. Sehingga jika daya beli menurun, maka seluruh perekonomian akan melambat drastis.

3. Suku Bunga yang Tinggi

Suku bunga yang tinggi tentu saja akan membuat berbagai harga barang lainnya menjadi naik. Seperti rumah, mobil, dan lainnya. Perusahaan tentu akan mengurangi pengeluaran dan rencana pertumbuhan dikarenakan biaya yang terlalu tinggi. tentunya ini akan membuat perekonomian menjadi menyusut.

4. Deflasi

Deflasi merupakan sebuah kondisi yang berkebalikan dari inflasi. Di saat deflasi terjadi, harga berbagai produk dan aset mengalami penurunan akibat permintaan besar juga ikut menurun. Saat permintaan menurun, harga juga ikut menurun sebagai solusi agar daya beli konsumen bisa meningkat. Sehingga orang-orang akan menunda untuk membeli, menunggu harga menjadi lebih rendah, menyebabkan spiral terus menurun maupun aktivitas perekonomian menjadi lambat hingga menyebabkan angka pengangguran yang lebih besar.

5. Gelembung Aset

Di dalam gelembung aset, harga-harga barang semisal saham, teknologi, real estat dan lainnya mengalami kenaikan yang cepat dkarenakan pembeli percaya jika harga terus meningkat saat sebelum terjad resesi. Namun saat gelembung pecah, maka orang-orang akan kehilangan apa yang miliki datas kertas sehingga menyebabkan munculnya kekhawatiran. Akibatnya tentu saja orang (khususnya yang memiliki usaha atau bisnis) dan perusahaan tentu akan menarik kembali pengeluaran yang menyebabkan munculnya resesi.

6. Perubahan Teknologi

Apa Itu Arti Resesi Ekonomi.Hal ini pun juga turut menyumbang faktor terjadnya kelesuan ekonomi. Adanya penemuan baru bisa meningkatkan produktivitas serta turut membantu perekonomian negara dalam jangka panjang. Akan tetapi tentu saja tetap ada kemungkinan periode penyesuaian jangka pendek untuk teknologi tersebut. Seperti pada abad ke-19, terjadi gelombang teknologi hemat tenaga kerja. Adanya revolusi industri ini nyatanya membuat hampir seluruh profesi menjadi usang, memicu kondsi depresi ekonomi hingga mengalami masa-masa sulit. Dan saat ini banyak pakar ekonomi yang mengkhawatirkan tentang teknologi AI dan Robot yang bisa memicu kondsi depresi dkarenakan banyak pekerja yang kehilangan usaha dan mata pencaharian.